jump to navigation

Perluasan Pabrik Diprotes Februari 5, 2008

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
Tags: , ,
trackback

PADALARANG, (GM).-
Warga Kp. Cipeundeuy RT 01/RW 02 Desa Cipeundeuy, Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat (KBB) menolak rencana perluasan pembangunan salah satu pabrik obat ternama. Pasalnya, perluasan itu sampai menutup badan jalan desa yang memiliki akses langsung ke kawasan industri Cimareme.

Rencananya, pemilik pabrik akan memperluas bangunan sampai ke tanah miliknya yang berada di seberang jalan desa. Apabila rencana itu terealisasi, jalan desa tersebut akan tertutup.

Pemilik pabrik rencananya akan mengalihkan jalan desa yang tertutup bangunan dengan membuat jalan baru yang mengitari bangunan pabrik. Namun warga Kp. Cipeundeuy tetap menentang rencana itu dengan alasan ongkos ojek bakalan naik.

Camat Padalarang, Drs. Endang Misbach saat dikonfirmasi “GM”, Senin (4/2), membenarkan rencana perluasan bangunan pabrik obat yang menutup jalan desa mendapat tentangan warga. Menyikapi persoalan tersebut, camat beserta Kepala Desa Cipeundeuy Bunbun Risnandar, Ketua BPD Cipeundeuy Asep Sudrajat, Ketua RW 02 Usep Achadiat, Ketua Karang Taruna RW 02 Yoyon Suryono, Kepala Dusun I U.Sutisna, tokoh agama RW 02 Rosidin, dan tokoh masyarakat RW 02 Agus Mulyana melakukan peninjauan ke lapangan.

“Sengaja kita buat tim untuk mengetahui dan memahami kondisi ril di lapangan. Tim sudah meninjau ke lapangan pertengahan Januari 2008. Tak dipungkiri ada reaksi keras dari masyarakat terhadap rencana perluasan tersebut. Inti permasalahannya, warga keberatan dengan penutupan jalan desa,” kata Endang. Menurutnya, persoalan ini harus segera diambil jalan tengah. Supaya masing-masing pihak tidak ada yang dirugikan.

“Keinginan perusahaan tetap diakomodasi, begitu pun dengan keinginan warga. Bagaimanapun juga keberadaan pabrik obat itu di Padalarang sangat dibutuhkan. Tentunya dalam hal menyerap tenaga kerja. Masih banyak warga Padalarang yang memiliki pendidikan tinggi tapi belum bekerja. Hanya saja, kepentingan umum seperti jalan juga patut diperhatikan,” paparnya.

Terowongan

Sementara itu, berdasarkan hasil peninjauan tim ke lapangan, ada tiga poin penting. Pertama, warga menginginkan bertemu secara langsung dengan pemilik pabrik obat dalam rangka silaturahmi terkait dengan rencana perluasan pembangunan. Kedua, warga merasa keberatan untuk memindahkan jalan umum yang ada saat ini, yakni menuju kawasan industri Cimareme. Ketiga, warga setempat ingin diprioritaskan masuk menjadi karyawan pabrik obat.

“Wajar jika penduduk yang tinggal di sekitar lokasi pabrik menuntut dipekerjakan. Sebab kita lihat ada penduduk yang rumahnya berhadapan-hadapan dengan pabrik menjadi pengangguran,” ujar Endang. (B.104)**

Komentar»

1. kabayansabanagara - Juni 25, 2009

Ass. Wr.Wb.
Kahatur Bapak2 anu dipihormat.
Hal terlapir sudah bukan berita mengejutkan, sering terjadi dimana protes terjadi setelah keputusan diambil, coba telaah :”Bagaimana saat itu MOU disepakati, apakah melibatkan perwakilan warga? atau sosialisai yang kurang??”. Punten Bapak2 Urang ayeuna parantos janten KABUPATEN sakedahna anu kitu di antisipasi sateuacana, kumaha, saha anu lepat?


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: