jump to navigation

103 Warga KBB Terserang Diare Januari 23, 2008

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
trackback

BATUJAJAR, (GM).-
Sedikitnya 103 orang warga Kab. Bandung Barat (KBB) yang tinggal di Kec. Batujajar dan Padalarang, hingga Selasa (22/1) terserang penyakit diare. Penyakit tersebut menyerang anak-anak sebanyak 77 orang dan orang dewasa sebanyak 26 orang.

Dari jumlah penderita tersebut, sekitar 40 pasien mendapat perawatan medis di RS Cibabat, sementara sisanya di RSHS, RS Dustira, dan RS MAL. Namun ada juga penderita diare yang tidak sampai dirawat inap.

Wabah tersebut paling banyak menyerang Kp./Desa Cangkorah, Kec. Batujajar yang mencapai 40 orang. Terdiri atas usia 1 – 4 tahun sebanyak 13 orang, usia 5 – 15 tahun mencapai 17 orang, dan usia di atas 15 tahun sebanyak 10 orang.

Umumnya penyakit diare menyerang warga sejak Sabtu (19/1) malam dan korban terus berjatuhan hingga Selasa (22/1) siang. Gejala diare yang dirasakan warga nyaris bersamaan, hanya dalam hitungan menit.

Pihak Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkesos) Kab. Bandung Barat, kemarin sudah mengambil sampel air yang digunakan warga Batujajar untuk minum dan memasak. Rencananya, sampel air akan diperiksa di laboratorium kesehatan daerah (labkesda) milik Dinas Kesehatan Provinsi Jabar.

Kepala Dinkesos Kab. Bandung Barat, dr. Dodo Suhendar didampingi Kabid Penyehatan Lingkungan dan Penanggulangan Penyakit (PLP2), drg. Iwan Mulyana menyatakan, belum diketahui secara pasti penyebab diare yang diderita sejumlah warga Batujajar dan Padalarang tersebut. Berdasarkan kasus penderita diare sebelumnya, penyakit ini akibat bakteri e-coli.

“Penyebab diare bisa akibat makanan, lingkungan, termasuk air di dalamnya. Oleh karena itulah, air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari diambil sebagai sampel untuk diteliti di laboratorium,” papar Dodo Suhendar saat memberikan keterangan pers di Kantor Dinkesos Kab. Bandung Barat, Jalan Raya Cimareme, Kec. Padalarang, Selasa (22/1).

Kecurigaan air menjadi tempat berkembang biaknya e-coli, bakteri penyebab diare, karena air bersih yang digunakan kebutuhan sehari-hari warga kurang layak. Ini, katanya, bisa dibuktikan jika air yang bersumber dari pabrik tekstil tersebut disimpan selama tiga hari, akan berubah warnanya menjadi kecokelatan.

Pengambilan sampel air dilakukan Tim Gerak Cepat Dinkesos yang diketuai Sulaeman Effendi. Tim ini juga melakukan pengamatan lapangan ketiap penderita diare dengan tujuan mencari tahu penyebab timbulnya penyakit diare.

Darmilah (50), salah seorang warga Kp. Cipongkor RT 02/RW 01 yang dua anggota keluarganya terkena diare, mengaku sudah lama memanfaatkan air itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sumur di Cipongkor sudah mengering, sehingga warga memanfaatkan air bantuan dari pabrik tekstil. Memang kelihatannya jernih, tapi kalau didiamkan sampai tiga hari barulah berubah warna. Selama ini pun belum pernah ada warga di sini yang terserang penyakit diare,” kata Darmilah.

Dua anggota keluarga Darmilah, yaitu menantunya Hesti (20) dan cucunya, Rangga (5) mulai merasakan gejala diare, Sabtu (19/1) sekira pukul 19.00 WIB. Keduanya terus-menerus muntah disertai buang air besar, sehingga langsung dibawa ke RS Dustira. Hanya Hesti yang diizinkan pulang, sementara Rangga dirujuk ke RS MAL. Hingga kemarin, Rangga masih mendapat perawatan intensif.

Sementara itu, persediaan oralit dan kaporit di Puskemas Batujajar, Padalarang, dan Tagog Apu diperhitungkan akan cukup hingga enam bulan ke depan. Menurut Dodo Suhendar, jika persediaan obat-obatan diare habis pihak Dinkesos Kab. Bandung Barat akan mengedrop.

Terkait dengan penderita diare yang dirawat di rumah sakit, Dodo menekankan, biaya pasien dari keluarga miskin (gakin) yang tak memiliki kartu askeskin akan ditanggung penuh Pemkab Bandung Barat. Dengan adanya jaminan dari pemerintah tersebut, ia berharap pihak rumah sakit jangan khawatir tidak dibayar.

Terus bertambah

Posko diare di RSUD Cibabat Cimahi hingga Selasa (22/1) masih dipadati pasien diare. Bahkan, pasien yang didominasi anak-anak tersebut kembali menerima pasien diare baru, masih dari Kec. Padalarang. Kini jumlah pasien yang terserang diare di RSUD Cibabat mencapai 32 orang, 30 orang berasal dari Kec. Padalarang dan Kec. Batujajar, sedangkan 2 lainnya berasal dari Kota Cimahi. Dari 32 pasien tersebut, 26 di antaranya anak-anak usia 3-12 tahun, 6 lainnya pasien dewasa.

Menurut Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cibabat, Ketut Surata, diperkirankan jumlah pasien diare akan terus bertambah, khususnya karena beberapa klinik di daerah Padalarang kini mulai dipenuhi pasien penderita diare. Tidak menutup kemungkinan warga yang terserang diare akan dirujuk ke RSUD Cibabat. Kendati demkian, pihaknya sudah mengantisipasi masalah ini dengan menyiapkan ruangan dan obat-obtan. “Kami sudah siap melayani pasien diare ini, di antaranya menyediakan peralatan, obat-obatan, dan ruangan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi penambahan pasien, karena kami perkirakan jumlah warga yang terserang diare di Padalarang mengalami peningkatan. Penyakit ini bisa dikatakan mewabah, tapi hanya di daerah Padalarang,” ungkap Ketut.

Secara medis pihaknya belum dapat memastikan faktor utama penyebab wabah diare yang mayoritas menyerang anak-anak berusia 3-12 tahun ini. Terlebih lagi, pasien-pasien tersebut berasal dari daerah yang berbeda. “Pihak kami akan terus melakukan penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut guna menemukan faktor utama penyebab diare yang di perkirakan mewabah ini. Karena mereka tidak berasal dari satu daerah,” papar Ketut. (B.96/B.104/irma.job)**

Komentar»

1. kabayansabanagara - Juni 25, 2009

Ass. Wr. Wb.
Kahatur Bapak2 anu dipihormat.
Menurut orang awam seperti saya, semua itu berawal dari drainase yang kurang baik, memang perlu biaya besar kalo kita harus membuat saluran baru/selokan.
Coba mungkin bisa digunakan ssystem Bell Holes, selain tdk memerlukan biaya besar juga cukup produktif menghidari banjir sperti di daerah jajirah ARAB,UAE,YAMAN. Mudah2an bermanfaat bagi kita semua.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: