jump to navigation

Warga KBB Khawatir Minyak Tanah Hilang Januari 7, 2008

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
trackback

PADALARANG, (GM).-
Masyarakat Kab. Bandung Barat (KBB) mulai merasakan dampak dari serbuan pembeli minyak tanah dari luar wilayahnya. Persediaan minyak tanah di pangkalan, warung maupun pengecer keliling jadi cepat habis dan dikhawatirkan akan menyulitkan mereka mendapatkan bahan bakar tersebut.

Pemantauan “GM” di sejumlah pangkalan dan warung, Minggu (6/1), banyak yang kehabisan stok. Biasanya di salah satu pangkalan, persediaan minyak tanah sebanyak 5.000 liter baru akan habis paling cepat empat hari. Namun sejak konversi gas elpiji dilaksanakan di Kota/Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi, minyak tanah cepat habis.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (Lappekma), Asep Sudiro, meminta Disperindag, Koperasi, dan Penanaman Modal Kab. Bandung Barat segera menangani persoalan ini, jangan sampai muncul gejolak sosial di tengah masyarakat. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat Kab. Bandung Barat belum menerima bantuan kompor dan tabung gas sementara minyak tanah juga hilang di pasaran.

“Tidak terlalu menjadi persoalan jika masyarakat di Kab. Bandung Barat sudah menerima kompor dan tabung gas gratis. Kompor dan tabungnya belum ada, minyak tanah habis diserbu. Untuk itulah Disperindag harus cepat turun tangan, jangan sampai konsumen di Kab. Bandung Barat dirugikan,” kata Asep Sudiro di Padalarang, kemarin.

Berikan sanksi

Ia menyarankan, dalam kondisi seperti ini sangat tepat diberlakukan pembatasan pembelian, terutama bagi pembeli dari luar Kab. Bandung Barat. Perlu juga diberikan sanksi tegas kepada pangkalan atau agen yang lebih mengutamakan pembeli dari luar Kab. Bandung Barat.

“Minyak tanah di Kab. Bandung Barat itu untuk masyarakat yang tinggal di Kab. Bandung Barat. Perlu kiranya tata niaga minyak tanah di tiap daerah perlu lebih dipertegas lagi,” paparnya.

Hingga sekarang konversi gas elpiji di Kab. Bandung Barat masih dalam tahap pendataan warga penerima kompor dan tabung gas gratis di tingkat kecamatan. Tiap kecamatan sudah diberikan kuota oleh Pertamina.

Seperti di Padalarang, jatah penerima kompor dan tabung gas elpiji sebanyak 36.160 kepala keluarga (KK). Namun antara kuota dengan jumlah penduduk prasejahtera terjadi ketimpangan.

Menurutnya, konversi minyak tanah ke elpiji merupakan program pemerintah dalam rangka menghemat penggunaan bahan bakar minyak dan menekan subsidi yang mencapai Rp 60 triliun per tahun. Sekarang Pertamina sudah mulai melakukan pengurangan pasokan minyak tanah. Sebagai gantinya masyarakat mendapatkan kompor gas dan tabung gas elpiji seberat 3 kilogram secara cuma-cuma.

Program pemerintah mengganti minyak tanah dengan gas elpiji, katanya, ternyata dikeluhkan masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Penghapusan minyak tanah dianggap hanya akan menambah beban pengeluaran rumah tangga. (B.104/ B.35)**

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: