jump to navigation

Spanduk Cabup Banyak yang Liar Desember 22, 2007

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
trackback

PADALARANG, (GM).-
Spanduk dan alat promosi lain yang tersebar di wilayah Kab. Bandung Barat (KBB), disinyalir banyak yang tak mengantongi izin. Spanduk tak berizin paling banyak milik bakal calon Bupati Bandung Barat, yang terpasang hingga hampir di 165 desa.

Menyikapi maraknya spanduk tak berizin, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) KBB berencana akan segera melaksanakan penertiban. Rencananya penertiban alat promosi tak berizin akan dilaksanakan setelah selesai penyusunan APBD 2008.

Demikian disampaikan Kepala Dispenda KBB, Eddy Saputra saat dihubungi “GM” lewat telepon, Jumat (21/12). Diduga maraknya pemasangan alat promosi tak berizin, memanfaatkan masa transisi pemerintahan Kab. Bandung ke KBB.

“Disinyalir memang cukup banyak spanduk yang tak mengantongi izin terpasang di wilayah Kab. Bandung Barat. Di dalam intern Dispenda sudah menjadi salah satu agenda pembahasan, yang rencananya akan ditindaklanjuti dengan operasi penertiban,” kata Eddy.

Dugaan spanduk milik bakal calon bupati tidak mengantongi izin, lanjut Eddy, karena belum ada satu pun yang menyelesaikan perizinan. Pemantauan “GM” di lapangan, hampir semua bakal calon bupati memasang spanduknya sampai ke pelosok pedesaan. Tak sedikit pula yang berani memasang di tempat, yang jalannya jarang dilalui kendaraan bermotor.

Ia mengakui, penertiban sulit dilaksanakan bersamaan dengan penyusunan APBD. Untuk saat ini, Dispenda lebih memfokuskan diri kepada penyusunan APBD 2008.

“Bukan berarti menomorduakan penertiban, tapi kita harus satu per satu dulu menyelesaikan pekerjaan. Tapi yang pasti penertiban alat promosi seperti spanduk, akan dilaksanakan setelah selesai penyusunan APBD 2008. Untuk operasi penertiban nanti, kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” papar Eddy.

Maraknya spanduk milik para calon bupati sudah berlangsung sejak KBB berdiri. Menjelang pelaksanaan pilkada, jumlah spanduk milik para bakal calon bupati semakin marak.

Siap mendukung

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja KBB, Irmansyah menyatakan kesiapannya menertibkan alat promosi tak berizin. Pihaknya tinggal menunggu surat dari Dispenda untuk operasi penegakan peraturan daerah (perda) tersebut.

“Satpol PP merupakan instansi yang salah satu tugasnya penegakan perda. Tapi kita tidak bisa asal menggelar operasi, seperti di dalam masalah spanduk dan alat promosi lainnya ini tentunya pihak yang paling memahami dan berwenang adalah Dispenda. Nanti Dispendalah yang memberitahukan mana saja yang berizin dan tak berizin,” paparnya. (B.104)**

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: