jump to navigation

Dewan KBB Terancam Terusir dari Kontrakan Desember 22, 2007

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
trackback

NGAMPRAH, (GM).-
DPRD Kab. Bandung Barat (KBB) terancam angkat kaki dari gedung yang disewanya. Belum dibayarnya uang kontrakan gedung membuat pemilik gedung mengeluarkan ultimatum agar lembaga wakil rakyat itu segera membayar kontrakan.

Pasalnya, sejak dua bulan menempati gedung berlantai dua tersebut, dewan belum membayar uang kontrakan. Berdasarkan catatan “GM”, uang kontrakan gedung ditambah mebeler dan pajak yang harus dibayarkan DPRD KBB jumlahnya mencapai hampir Rp 500 juta.

“Bukannya dewan tidak mau membayar, tapi uangnya sampai sekarang belum cair. Awalnya kita berharap,uang untuk sewa gedung sudah bisa dicairkan paling lambat pertengahan Desember ini. Tapi kenyataannya sudah lewat tanggal 20 masih belum juga ada kejelasan,” kata Ketua Panitia Anggaran DPRD KBB, H. Rudi Atmanto kepada “GM” di Ngamprah, Jumat (21/12).

Menurut Rudi, sangat beralasan jika pemilik gedung bekas minimarket ini mengeluarkan ultimatum pembayaran uang kontrakan. Bagi pengusaha, keterlambatan pembayaran merupakan kerugian besar.

“Merupakan hal yang wajar jika pemilik gedung minta pembayaran uang kontrakan. Sebab dengan terjadinya keterlambatan ini bagi pelaku bisnis adalah kerugian. Saya juga akan sangat memahami kalau sampai muncul pikiran dari pemilik gedung yang minta dewan angkat koper, jika sekarang ada yang mau sewa dengan uang cash,” paparnya.

Jika sampai akhirnya DPRD KBB angkat koper dari gedung yang telah ditempati hampir dua bulan ini, dengan nada pelan Rudi mengatakan, hanya bisa pasrah saja. Namun, tambahnya, berbicara pindah itu gampang, yang sulit mencari tempat baru.

“Sebisa mungkin sih kita bertahan di gedung yang ditempati sekarang. Pasalnya cukup banyak uang yang telah dikeluarkan untuk merenovasi beberapa bagian gedung,” katanya sambil berharap, uang untuk sewa gedung yang berasal dari bantuan Kab. Bandung segera bisa dicairkan.

Belum turun

Sementara itu, Plt. Sekda KBB, H. Abbas, S.H. memahami keterlambatan pembayaran uang kontrakan gedung dewan. Keterlambatan ini tidak bisa dilepaskan dari belum turunnya anggaran dari Kab. Bandung ke kas daerah KBB sebesar Rp 13 miliar lebih.

“Untuk membayar gedung dewan itu anggarannya diambil dari Rp 13 miliar. Tapi sampai sekarang bantuan dari Kab. Bandung itu belum masuk kas daerah Kab. Bandung Barat. Informasi yang saya terima, kabarnya baru akan dimasukkan ke kas daerah Kab. Bandung Barat, Senin (24/12). Kalau sudah masuk ke kas daerah bisa langsung didistribusikan ke dewan, tak perlu menunggu waktu lagi,” ujar Abbas.

Lebih jauh ia menjelaskan, uang sebesar Rp 13 miliar yang berasal dari Kab. Bandung ini selain digunakan untuk sewa gedung dewan, juga digunakan untuk tunjangan daerah, hibah kepada masyarakat, gaji anggota dewan, honor tenaga kontrak, dsb. (B.104)**

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: