jump to navigation

Warga Ciburuy Siap-siap Mengungsi Desember 17, 2007

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
trackback

SINDANGKERTA, (GM).-
Warga Kp. Ciburuy RT 01/RW 01 Desa Cintakarya, Kec. Sindangkerta, Kab. Bandung Barat (KBB) yang dekat dengan lokasi tanah retak, bersiap-siap untuk mengungsi. Barang berharga milik mereka sudah dimasukkan ke dalam gembolan.

Langkah itu diambil enam pemilik rumah agar mudah menyelamatkan diri ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Sementara itu, satu minggu setelah terjadi peristiwa tanah retak, tidak terjadi pelebaran retakan.

“Kebetulan hujan di Sindangkerta tidak sebesar beberapa waktu lalu, sehingga retakan tidak melebar. Namun, warga tetap waspada, di antaranya dengan meningkatkan kegiatan ronda malam. Di samping itu, warga juga sudah menyimpan barang berharga ke dalam gembolan agar mudah menyelamatkan diri jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala Desa Cintakarya, Rachmat Sudrajat saat dihubungi “GM”, Minggu (16/12).

27 jiwa

Meski curah hujan tak begitu besar, namun warga diimbau untuk tetap waspada. Pasalnya, saat ini masih musim hujan, sehingga masih mungkin terjadi hujan deras.

“Saya bersama unsur kecamatan dan desa telah mendatangi warga yang rumahnya di dekat tanah retak. Kita imbau agar tetap siaga atau waspada, terutama pada musim hujan seperti sekarang ini. Kalau cuaca buruk, lebih baik segera mengungsi ke tempat aman. Warga diminta pula agar tiap malam lebih meningkatkan kegiatan ronda,” paparnya.

Rumah yang berada di dekat retakan tanah dihuni 27 jiwa. Peristiwa tanah retak di Kp. Ciburuy pernah terjadi 15 tahun lalu. Ketika itu tak sekadar retak, tapi juga menimbulkan tanah ambles.

Seperti diberitakan, bencana alam tanah retak terjadi Sabtu (8/12) sekira pukul 06.00 WIB. Warga sama sekali tak merasakan gejala dari bencana alam itu. Terjadinya tanah retak baru diketahui setelah warga melihat tangga jalan retak, lantai keramik masjid belah, dan air kolam mendadak kering.

“Padahal sekira pukul 05.00 WIB, saya masih melihat kolam ikan di dekat masjid masih ada air dan ikannya. Tapi sejam kemudian, kolam mendadak kering dan ikannya ikut hilang,” kata Ketua RW 01, Maksum (67) saat ditemui “GM” di Kp. Ciburuy, kemarin.

Ia bersama warga lainnya sama sekali tidak menyadari telah terjadi bencana alam tanah retak di kampungnya. Tak ada tanda-tanda seperti getaran tanah ataupun isyarat alam lainnya.

“Tanah retak tak sampai membuat bangunan rumah ikut retak, cuma lantai masjid saja yang belah. Saya khawatir jika hujan deras turun, retakan tanah akan semakin melebar,” kata Maksum yang halaman rumahnya juga retak-retak.

Warga sudah bersiap untuk mengungsi bila hujan deras mengguyur Kp. Ciburuy. Kesiagaan lebih ditingkatkan terutama pada malam hari.

Bencana alam tanah retak di wilayah Cintakarya merupakan yang kedua kalinya dalam bulan ini. Tiga hari sebelum menimpa Kp. Ciburuy, kejadian serupa terjadi di Kp. Lebakmuncang RT 04/RW 06. Ada enam rumah dan satu madrasah yang terancam bencana alam tanah retak. (B.104)**

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: