jump to navigation

Korban Banjir Ancam “Sumbat” Cipularang Desember 10, 2007

Posted by padalarang in KBB (Kabupaten Bandung Barat).
trackback

NGAMPRAH, (Galamedia).-
Korban banjir bandang di Desa Mekarsari, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat (KBB) mengancam akan menyumbat enam lubang gorong-gorong Tol Cipularang. Ancaman itu merupakan akumulasi kekecewaan warga atas tidak tanggapnya PT Jasa Marga, terkait dampak pembangunan jalan tol yang menyebabkan terjadinya banjir bandang.

Ancaman tersebut disampaikan saat mereka menerima bantuan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, DPRD KBB di Pondok Pesantren Albasari, Kp. Lebaksari, Desa Mekarsari, Kec. Ngamprah, Jumat (7/12).

Banjir bandang yang menimpa Mekarsari terjadi pada Rabu (5/12). Akibatnya rumah-rumah yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Kp. Lebaksari sempat digenangi air bercampur lumpur setinggi lebih dari 1 meter.

Kepala Desa Mekarsari, Didin Wardiman mengungkapkan, sejak 2004 sudah dilaksanakan musyawarah antara warga dengan PT Jasa Marga, untuk membuat saluran air baru yang lebih besar. Saluran ini akan menampung luapan air dari go-rong-gorong Tol Cipularang.

“PT Jasa Marga bersedia membangun saluran air, asalkan tanah yang terkena proyek itu tidak diganti rugi. Tetapi warga menginginkan ada ganti rugi,” katanya.

Menurut salah seorang tokoh warga Lebaksari, Dalang Rukman (48), ancaman untuk menyumbat enam lubang gorong-gorong akan direalisasikan apabila jalur musyawarah yang akan difasilitasi DPRD KBB tidak membuahkan hasil.

“Air yang keluar dari gorong-gorong Tol Cipularang semuanya masuk ke Irigasi Bantar Gedang yang hanya memiliki lebar 80 cm dan kedalaman 1 meter. Debit air yang masuk dengan kapasitas irigasi tak sebanding, sehingga air meluap,” katanya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pontren Albasari, K.H. Ateng Harris membenarkan, banjir yang melanda wilayah Mekarsari merupakan yang pertama sejak 32 tahun terakhir.

Rawan longsor

Sementara itu, terkait longsor di Tol Cipularang, Kamis (6/12) sore, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono mengatakan, Tol Cipularang, termasuk Km 121 yang mengalami longsor, berada di zona kerentanan gerakan tanah menengah. Bila terjadi hujan lebat dan gangguan pada lereng bukit, kemungkinan besar kawasan tersebut akan mengalami longsor atau tanah ambles.

“Tol Cipularang dibangun melintasi beberapa wilayah yang mayoritas berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah dan sebagian lagi di zona kerentanan gerakan tanah tinggi,” kata Surono di kantornya, Jln. Diponegoro, kemarin.

Bahkan di beberapa tempat, seperti Km 91, 92, dan Km 96, zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Sehingga saat hujan lebat atau di atas normal, kawasan itu dan kawasan yang pernah longsor bisa aktif lagi. (B.95/B.104)**

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: