jump to navigation

“Maenya Aya Geng Motor Ceurik…” Desember 7, 2007

Posted by padalarang in Bandung.
trackback

klik-galamedia.com

REKONSTRUKSI kasus pembunuhan I Putu Ogik Suwarsana yang dilakukan kawanan geng motor, Kamis (6/12), dipenuhi warga yang ingin mengetahui wajah-wajah para pelaku. ET alis Benet, salah seorang tersangka dalam kasus tersebut, tampak tertunduk dan sempat menitikkan air mata.

“Maenya aya geng motor ceurik. Era atuh euy,” sindir salah seorang warga pada tersangka ET. Mendengar cemoohan tersebut, ET hanya terdiam dan menundukkan wajahnya.

Acara rekonstruksi yang digelar di lokasi kejadian, yaitu di Gg. Mesjid, Jln. Kiaracondong tersebut, sempat membuat puluhan warga geram. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak. Terlebih aparat kepolisian menjaga lokasi rekonstruksi dengan ekstra ketat. Warga pun melampiaskan kegeramannya hanya dengan mengecam dan berteriak. “Enggeus paehan we jelema kitu mah, Pak. Tong dibere ampun deui,” teriak salah seorang warga.

Kegeraman tersebut sempat ditunjukkan warga ketika petugas memboyong tersangka ET masuk ke dalam mobil. Saat itu puluhan warga berusaha mengejar ET dan berusaha menghajarnya. Namun petugas mengawal tersangka dengan ketat. Benet pun dilarikan Mapolresta Bandung Tengah.

Acara rekonstruksi yang dihadiri Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Sunarko D.A., Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol. Drs. Bambang Suparsono, dan Kapolresta Bandung Tengah AKBP Drs. Mashudi tersebut, mendapat penjagaan ekstra ketat dari petugas. Terlebih ratusan massa yang ingin melihat para geng motor tersebut beraksi, berusaha mendekati lokasi rekonstruksi. Namun langkah mereka tertahan sehingga mereka menyaksikan acara rekonstruksi tersebut dari seberang jalan.

Selain menjaga ketat lokasi rekonstruksi, petugas pun menjaga ketat 8 tersangka yang dihadirkan dalam acara tersebut. Seorang tersangka mendapat dua pengawalan khusus dari anggota reskrim. Bahkan mereka juga diborgol.

Para tersangka yaitu HD, PW, YS, CH, AI, HP, dan ET alias Benet. Dalam rekonstruksi tersangka ET tidak dilibatkan karena ET menolak dan tidak mengakui apa yang telah dilakukannya. Sehingga perannya digantikan Briptu Kamsari, salah seorang anggota Polresta Bandung Tengah.

Acara rekonstruksi menampilkan 16 adegan. Penusukan yang dilakukan tersangka ET terjadi pada adegan ke-8. Pada awalnya rekonstruksi tersebut dimulai ketika korban I Putu Ogik Suwarsana, I Made Indra Prabawa, I Putu Angga Wibawa serta I Gusti Made Agung Dwiantara, tengah menunggu taksi di pinggir jalan, tepatnya depan gapura Gg. Mesjid Kiaracondong. Saat itu konvoi geng motor datang.

Melihat geng motor tersebut datang, korban I Putu Angga Wibawa dan I Made Indra Prabawa langsung lari masuk ke Gg. Mesjid. Tersangka ET yang diperankan petugas, turun dari motornya dan menghampiri korban I Putu Ogik. Saat itu tersangka ET langsung mencabut pisau dan menghujamkannya ke dada Putu Ogik. Korban pun langsung ambruk.

Melihat korban terjatuh, tersangka HD alias Sinjo datang dan menendang punggung korban. Begitu juga tersangka HP alias Bayi yang menendang kaki korban I Putu Ogik. Sementara itu tersangka lainnya mengeroyok I Gusti Made Agung Dwiantara. Setelah itu mereka pun langsung kabur.

Korban I Putu Ogik sempat berdiri dan berlari masuk ke Gg. Mesjid. Namun beberapa meter dari jalan masuk, I Putu Ogik langsung terjatuh. Melihat hal itu, I Putu Angga dan I Gusti Made Agung beserta warga langsung membopong korban dan membawanya ke dalam angkot untuk dilarikan ke RS Pindad. Namun malang, korban mengembuskan napasnya yang terakhir saat dalam perjalanan.

Kapolwiltabes Bandung, Kombes Pol. Drs. Bambang Suparsono yang didampingi Kapolresta Bandung Tengah, AKBP Drs. Mashudi mengatakan, rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas BAP para tersangka. Dengan rekonstruksi itu akan diketahui posisi dan pergerakan para tersangka saat menjalankan aksinya. “Ini hanya untuk melengkapi berkas para tersangka, supaya jelas bagaimana posisi masing-masing tersangka saat kejadian itu,” jelas Bambang.

Saat disinggung adanya penolakan dari tersangka ET dalam acara rekonstruksi itu, Bambang mengatakan, tersangka ET tidak mengakui perbuatannya. Padahal beberapa rekan-rekannya yang terlibat dalam peristiwa tersebut sempat melihat tersangka ET menusuk korban I Putu Ogik Suwarsana.

“Kita tidak mengejar pengakuannya. Biar pengadilan yang memutuskan. Yang jelas beberapa rekannya sempat melihat tersangka ET mencabut pisau dan menusuk korban,” jelas Bambang. (a.h./neni.job)**

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: